Home » » Gempa Bumi

Gempa Bumi

Written By Abdi Negara on Saturday, July 5, 2014 | 7:35 PM

Gempa bumi adalah getaran atau goncangan yang terjadi karena pergeseranlapisan bumi yang berasal dari bawah permukaan bumi. Faktor pemicuterjadinya gempa adalah pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunungyang dahsyat. Gempa bumi datangnya tidak mampu diprediksi sebelumnya.Kejadiannya begitu cepat dengan dampak yang begitu hebatnya. Akibat yangditimbulkannya pun sangat luar biasa karena mencakup wilayah yang sangatluas bahkan sampai ke luar batas negara. Sifat getaran gempa bumi yangsangat kuat dan merambat ke segala arah mampu menghancurkanbangunan-bangunan yang kuat sehingga korban nyawa tidak dapat dihindarkan. 

Berdasarkan penyebabnya gempa bumi dibedakan menjadi:
1.Gempa bumi tektonik, yaitu gempa yang terjadi karena adanya pergeserankerak bumi. 2.Gempa bumi vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena letusangunung api. 
3.Gempa tanah runtuh, yaitu gempa yang disebabkan karena runtuhnya tanah. 

Berdasarkan bentuk episentrumnya :
1. Gempa linier : Berbentuk garis (linier), gempa tektonik umumnya gempa linier. Sebab "patahan" sudah tentu merupakan suatu garis
2. Gempa sentral : Berbentuk titik. Gempa vulkanik dan gempa runtuhan
  
Berdasarkan letak/kedalaman hiposentrumnya :
1. Gempa dalam : 300-700 km
2. Gempa menengah : 100-300 km
3. Gempa dangkal : Kurang dari 100 km
  
Berdasarkan jarak episentrumnya :
1. Gempa dekat (lokal) : Kurang dari 10.000 km
2. Gempa jauh : Lebih dari 10.000 km

Istilah yang berkaitan dengan gempa :
1. Seismologi : Ilmu tentang gempa
2. Hiposentrum : Pusat gempa di dalam bumi
3. Episentrum : Tempat di permukaan bumi/permukaan laut tepat di atas hiposentrum. "Pusat gempa dipermukaan bumi"
4. Seismograf : Alat pencatat gempa
5. Seismogram : Hasil pencatatan gempa oleh seismograf
6. Pleistoseista : Garis pada peta yang membatasi daerah yang mengalami kerusakan terhebat di sekitar episentrum
7. Isoseista : garis yang menghubungkan titik-titik pada permukaan bumi dimana intensitas gempanya sama
8. Homoseista : Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mengalami/mencatat gelombang primer pada waktu yang sama
9. Makroseista : daerah di permukaan bumi yang mengalami kerusakan terberat akibat gempa, dibatasi oleh pleistoseista

Gelombang gempa :
1. Gelombang longitudinal/gelombang primer : Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui lipatan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara 7-14 km per detik. Gelombang yang pertama kali tercatat pada seismograf
2. Gelombang transversal/gelombang sekunder : Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah dengan kecepatan 4-7 km per detik
3. Gelombang panjang : Gelombang gempa yang dirambatkan dengan kecepatan kurang dari 3.5 km/detik dan merupakan gelombang perusak
       
Alat pencatat gempa (seismograf) :
1. Seismograf horizontal
2. Seismograf vertikal
  
Menentukan skala gempa :
Skala Omori : Dengan 7 tingkatan kekuatan
Skala Richter : Charles Francis Richter

Pengaruh positif gempa bagi kehidupan :
Mengetahui jenis mineral yang ada di dalam bumi
Mengetahui struktur lapisan kulit bumi
Menentukan jenis konstruksi bangunan

Pengaruh negatif gempa bagi kehidupan :
Bangunan roboh/ambruk
Terjadinya kebakaran, karena terjadi sambungan pendek aliran listrik
Terjadi banjir, karena bendungan/tanggul yang bobol
Saluran pipa air dan gas putus
Terjadinya tsunami (gempa di dasar laut)
Sarana & prasarana transportasi rusak
Distribusi barang & jasa terhambat





Contoh soal :
Rumus Episentrum :
J- {(S-P)-1} x 1 Megameter
Ket :
J=  Jarak episentum dan stasiun pencatat gempa.
S = Waktu
I = 1 menit ( konatanta )
I megameter = 1000 km


Berdasarkan tiga buah stasiun pengamatan (A, dan B)  diketahui getaran 
gempa sebagai berikut: 
Stasiun A                                                                
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 28.25
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 30.40
Stasiun B
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 30.15
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 33.45
Episentrum A
{ (2. 30’ 40’’ – 2. 28’ 25’’) – 1’} X 1.000 km
= (2’ 15’’ – 1’) X 1.000 km
= 1’ 15’’ X 1.000 km (karena 1’ = 60’’ maka (1 X 1.000) + (15/60 X 1.000))
= 1.250 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun A berjarak 1.250 km.
Episentrum B
= { ( 2. 33’ 45’’ – 2. 30’ 15’’) – 1’} X 1.000 km
= (3’ 30’’ – 1’) X 1.000 km
=2’ 30’’ X 1.000 km
(2 X 1.000) + (30/60 X 1.000)
= 2.500 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun B berjarak 2.500 km


Tugas Siswa :
Carilah kajian materi yang berhubungan dengan ” Penyebab, Dampak, serta Penanganan setelah terjadi Gempa Bumi”. Carilah literature dari media massa, wawancara dengan tokoh masyarakat/ahli, ataupun buku di perpustakaan untuk dapat memperoleh data yang mampu mendeskripsikan:1. Sebab terjadinya gempa di tinjau dari aspek geografis Indonesia.2. Dampak/akibat gempa dikaji dari sisi geografis, sosial, ataupun ekonomi.3. Penanganan setelah terjadinya gempa, di lihat dari aspek sosial, ekonomi, ataupun dari sisi pilitik.

Sumber : Materi IPA, BSE Geografi X

Share this article :

1 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !