Home » , , » Sungai dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

Sungai dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

Written By M. Yusuf on Monday, June 10, 2013 | 6:41 PM

Sungai adalah bagian permukaan bumi yang letaknya lebih rendah dari tanah di sekitarnya dan menjadi tempat mengalirnya air tawar menuju ke laut, danau, rawa atau ke sungai yang lain. Ada bermacam-macam jenis sungai. Berdasarkan sumber airnya sungai dibedakan menjadi tiga macam yaitu: sungai hujan, sungai gletser dan sungai campuran

  1. Sungai Hujan, adalah sungai yang airnya berasal dari air hujan atau sumber mata air. Contohnya adalah sungai-sungai yang ada di pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
  2. Sungai Gletser, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es.Contoh sungai yang airnya benar-benar murni berasal dari pencairan es saja (ansich) boleh dikatakan tidak ada, namun pada bagian hulu sungai Gangga di India (yang berhulu di Peg.Himalaya) dan hulu sungai Phein di Jerman (yang berhulu di Pegunungan Alpen) dapat dikatakan sebagai contoh jenis sungai ini.
  3. Sungai Campuran, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es (gletser), dari hujan, dan dari sumber mata air. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Digul dan sungai Mamberamo di Papua (Irian Jaya).
Berdasarkan debit airnya (volume airnya), sungai dibedakan menjadi:
  1. Sungai Permanen (sungai pherenial), adalah sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam di Kalimantan. Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera
  2. Sungai Periodik, adalah sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnya sungai Bengawan Solo, dan sungai Opak di Jawa Tengah. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sungai Brantas di Jawa Timur.
  3. Sungai Episodik (Sungai intermiten), adalah sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kalada di pulau Sumba.
  4. Sungai Ephemeral, adalah sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak.
Berdasarkan asal kejadiannya (genetikanya) sungai dibedakan menjadi 5 jenis yaitu sungai konsekuen, sungai subsekuen, sungai obsekuen, sungai resekuen dan sungai insekuen.
  1. Sungai Konsekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah lereng awal.
  2. Sungai Subsekuen atau strike river adalah sungai yang aliran airnya mengikut strike batuan, arah aliran tegak lurus dengan sungai konsekuen. Sungai ini biasanya berupa anak sungai yang bermuara ke sungai induk, yakni sungai konsekuen.
  3. Sungai Obsekuen, adalah sungai yang aliran airnya berlawanan arah dengan sungai konsekuen atau berlawanan arah dengan kemiringan lapisan batuan serta bergabung dengan sungai subsekuen.
  4. Sungai Resekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah kemiringan lapisan batuan, sungai ini sebagai cabang dari sungai subsekuen dan bermuara di sungai subsekuen.
  5. Sungai Insekuen, adalah sungai yang mengalir tanpa dikontrol oleh litologi mau pun struktur geologi. (Tidak ada pada gambar)

  6.  
    Berdasarkan struktur geologinya sungai dibedakan menjadi dua yaitu sungai anteseden dan sungai sungai superposed.
    1. Sungai Anteseden adalah sungai yang tetap mempertahankan arah aliran airnya walaupun ada struktur geologi (batuan) yang melintang. Hal ini terjadi karena kekuatan arusnya, sehingga mampu menembus batuan yang merintanginya.
    2. Sungai Superposed, adalah sungai yang melintang, struktur dan prosesnya dibimbing oleh lapisan batuan yang menutupinya

    Pola Aliran Sungai
    1. Pola aliran radial sentrifugal (pola aliran yang meninggalkan pusat) biasanya di daerah kubah/dome
    2. Pola Aliran radial sentripetal (pola aliran yang menuju ke pusat). Biasanya terdapat didaerah basin atau ledokan, kaldera, karater, atau cekungan.
    3. Aliran dendritik. Pola aliran yang tidak teratur yang biasanya terdapat di daerah datar, daerah dataran pantai/ daerah berupa pegunungan yang meluas
    4.Pola aliran trellis. Pola aliran berbentuk sirip daun atau trelis yang terdapat pada pegunungan lipatan. Daerahnya merupakan daerah lipatan yang kuat atau lapisan batuannya miring dengan macam-macam batuan heterogen.
    5. Pola aliran annular. Pola ini pada awalnya merupakan aliran radial sentrifugal. Kemudian timbul sungai subsekuen. Obsekuen dan resekuan. Biasanya terdapat didaerah dome stadium dewasa.
    6. Pola aliran rektanguler. Pola aliran berbentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku. Biasanya terdapat pada daerah patahan
    7. Pola aliran paralel, yaitu pola aliran sungai yang hampir sejajar (paralel) antara sungai satu dengan sungai lainnya. Paralel: anak sungai utama saling sejajar atau hampir sejajar, bermuara pada sungai-sungai utama dengan sudut lancip atau langsung bermuara ke laut. Berkembang di lereng yang terkontrol oleh struktur (lipatan monoklinal, isoklinal, sesar)
    8. Pola aliran Pinnate, yaitu pola aliran yang alirannya melalui daerah patahan pada dataran rendah.
     
     
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !