Home » , » Banjir Bandang Landa Kecamatan Hantakan Kab.HST

Banjir Bandang Landa Kecamatan Hantakan Kab.HST

Written By M. Yusuf on Monday, June 17, 2013 | 6:35 PM

Banjir yang melanda Desa Alat Kec.Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, salah satu penyebabnya adalah kerusakan hutan di kawasan Pegunungan Meratus. Banjir bandang yang terjadi Rabu (12/6) malam sekitar pukul 21.00 wita mengakibatkan puluhan rumah hanyut dan sejumklah rumah lainnya rusak parah (60 buah rumah rusak parah, 33 buah diantaranya lenyap tiada tersisa disapu bandang ) . Air bah yang menerjang permukiman penduduk membawa sampah berupa kayu dan bambu. Dampak banjir bandang di Hantakan, membuat sejumlah ruas jalan berlumpur dan sulit dilewati. Imbasnya semua sekolah diliburkan karena ruang kelas juga tak luput dari lumpur. Banjir juga memutuskan dua jembatan yang menjadi akses vital penghubung ke desa Alat Seberang sehingga untuk menuju kesana hanya bisa dengan jalan kaki dan melewati titian di jembatan darurat yang bila tidak berhati-hati bisa tercebur ke sungai Hantakan yang airnya masih deras berwarna keruh. Begitu pula kantor pelayanan lainnya, seperti Puskesmas yang tidak bisa melayani pasien karena sejumlah peralatan hanyut dibawa banjir.
 Kejadian banjir bandang ini merupakan kali pertama terjadi di daerah Hantakan yang merupakan daerah tinggi pegunungan meratus, walaupun tidak menimbulkan korban jiwa namun banjir ini mengakibatkan 60 KK kehilangan tempat tinggal, harta benda, ternak, trauma mendalam  begitupun hasil pertanian dipastikan akan mengalami puso.
Untungnya warga kita disini juga sudah dapat membaca kondisi alam, banjir bandang terjadi sebanyak dua kali pertama ketika sesudah magrib dengan ketinggian yang sudah perlu diwaspadai dan segera warga berlarian mengevakuasi diri dan keluarganya ke daerah pegunungan atau tempat yang tinggi dan sesudah Isya air mengalir sangat deras dengan kedalaman sepinggang orang dewasa bahkan membawa banyak sampah, batang pohon, dan lainnya menerjang pemukiman warga,"ujarnya.
Warga setempat, Syamrani menuturkan banjir datang sungai hantakan dari mulai pantai mangkiling akibat hujan deras yang terjadi mulai dari siang hari, menyapu salah satu balai adat di Papagaran sehinga tersisa pondasi bangunan saja, merusak pemukiman warga di desa Alat, banjir juga memporak porandakan pabrik pupuk di Desa Tanjung Hantakan, mengakibatkan terhentinya kegiatan belajar mengajar di dua pesantren yaitu Raudatul Umum dan Hayatul Umum di Hantakan. 
Kondisi memprihatinkan terlihat di desa Alat, beberapa anak dan perempuan di tampung disalahsatu rumah warga dengan tidur bersama-sama dalam beberapa kamar, sampah dan batang pohon dimana-mana, beberapa rumah hanya tersisa pondasi, roboh, bahkan kehilangan dindingnya begitupun beberapa sepeda motor warga terlihat berserakan di halaman, di selokan hingga di bawah rumah warga.
Pemadaman listrik juga terpaksa dilakukan mengingat tumbangnya beberapa tiang listrik dan kabel listriknya jatuh ditengah jalan berlumpur, bagi warga yang masih beruntung rumahnya selamat juga disibukkan dengan membersihkan tempat tinggalnya dengan peralatan seadanya dalam keadaan gelap gulita.



 
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !