Home » , » Komposisi Peta

Komposisi Peta

Written By M. Yusuf on Tuesday, October 2, 2012 | 4:10 PM



Suatu peta dikatakan lengkap dan baik bila memenuhi unsur-unsur sebagai   berikut. a.  Judul Peta. Judul peta harus menggambarkan isi dan karakteristik peta yang digambar.  Pemberian judul peta tidak harus berada di atas, penempatannya bisa di mana   saja selama tidak mengganggu makna dari peta, dan masih berada pada garis   tepi   peta.   Dengan   adanya   judul,   maka   pembaca   akan   mengetahui   isi   peta   tersebut. Misal, peta iklim, peta curah hujan, peta persebaran objek wisata, dan   sebagainya. b.   Garis Tepi (Border). Garis tepi atau border adalah garis yang terletak di bagian tepi peta dan   ujung-ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan. Biasanya   garis ini dibuat rangkap dua dan tebal.
c.   Orientasi. Orientasi merupakan arah penunjuk mata angin. Pada peta biasanya arah mata angin menunjuk ke utara. Penempatan mata angin ini boleh di sembarang tempat, asal  masih berada dalam garis tepi dan tidak mengganggu pembacaan peta. 











d.   Skala Peta
     Skala peta menunjukkan perbandingan jarak, antara jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Misalnya, peta berskala 1 : 100.000 artinya tiap jarak 1 cm di peta sama dengan jarak 100.000 cm di lapangan.
e. Legenda
     Legenda   adalah   keterangan mengenai   simbol-simbol   yang terdapat di dalam peta. Legenda
biasanya terletak di sebelah kiri  ataupun bawah dari peta    yang digambar.
f. Garis Bujur dan Garis                                                     
     Lintang  Garis bujur dan garis lintang disebut juga dengan garis astronomi. Garis bujur biasanya ditunjukkan dengan satuan derajat.  
g. Simbol merupakan tanda konvensional yang terdapat di dalam peta untuk mewakili keadaan sebenarnya yang ada di lapangan. Syarat-syarat simbol yang  baik adalah:
   1)    kecil, agar tidak terlalu banyak memerlukan ruang pada peta,   2)   sederhana, supaya mudah dan cepat digambar, dan    3)   jelas, agar tidak menimbulkan salah tafsir bagi pembaca peta. 


Secara garis besar, simbol-simbol yang digunakan pada peta tematik hanya
   mempunyai   ketentuan-ketentuan   menurut   temanya   saja.   Umumnya   tema
   tersebut mempunyai sifat kualitatif dan kuantitatif. Menurut artinya, simbol dibagi
   menjadi dua, yaitu simbol kualitatif dan kuantitatif.

   1)    Simbol Kualitatif
        Simbol kualitatif menyatakan identitas atau melukiskan keadaan asli unsur-
   unsur yang diwakilinya. Simbol ini mempunyai keuntungan yaitu, mudah untuk
   dikenali, sedangkan kekurangannya adalah simbol tersebut sulit untuk digambar.
   Simbol ini tidak menyajikan besar atau banyaknya unsur yang diwakilinya.

   2)   Simbol Kuantitatif
        Simbol   ini   melukiskan   keadaan   aslinya   dan   menunjukkan   besar   atau
   banyaknya   unsur   yang   diwakilinya.   Umumnya   pemetaan   simbol   kuantitatif
   menggunakan data-data statistik, sehingga sering disebut pemetaan statistik.
Berdasarkan bentuknya, simbol dibagi menjadi 3 sebagai berikut.

1)    Simbol titik/dot, digunakan untuk menyatakan posisi atau lokasi suatu tem-
      pat.   Simbol   yang   digunakan   dapat   berupa   simbol   pictorial   (gambar)
      maupun huruf.

2)    Simbol garis, digunakan untuk menggambarkan batas-batas administrasi,
     jalan, maupun sungai.

3)    Simbol luas, digunakan untuk menunjukkan suatu tempat tertentu, seperti
      hutan atau rawa.



















  h.   Lettering
        Lettering adalah semua tulisan yang bermakna yang terdapat pada peta.
   Bentuk huruf meliputi huruf kapital, huruf kecil, kombinasi huruf kapital-kecil,
   tegak (Roman), dan miring (Italic). Beberapa contoh cara penulisan pada peta
   adalah sebagai berikut.
   1)   Judul peta ditulis dengan huruf kapital dan tegak.
   2)   Hal-hal yang berkaitan dengan air ditulis dengan huruf miring. Tulisan untuk
        sungai sejajar dengan arah sungai dan dapat terletak di atas atau di bawahnya.
   3)   Besar kecilnya huruf disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu memerhatikan
        unsur keindahan dan seni peta.
   4)   Tulisan nama ibu kota lebih besar daripada tulisan nama kota-kota lain.

   i.   Sumber Data dan Tahun Pembuatan
        Sumber data dan tahun pembuatan perlu dimasukkan dalam peta agar bisa
   diketahui dari mana asal datanya dan tahun pembuatannya.

   j.   Warna Peta
        Warna   mempunyai   peranan   yang   sangat   penting   dalam   membedakan
   berbagai unsur yang terdapat dalam peta. Warna-warna tersebut  antara lain:
   1)   hitam, warna ini digunakan untuk menunjukkan batas administrasi,lettering,
        maupun detail penghunian,
   2)   biru, warna ini digunakan untuk menunjukkan tubuh air, seperti sungai,
        danau, serta laut. Degradasi warna biru muda hingga biru tua mununjukkan
        tingkat kedalaman dari tubuh air. Semakin tua warna birunya, maka semakin
        dalam tubuh air tersebut,
3)   hijau, warna ini digunakan untuk menunjukkan dataran rendah, vegetasi
     atau tumbuhan, serta hutan,
4)   coklat, warna ini menunjukkan daerah yang mempunyai kemiringan lereng
     yang amat besar, misalnya dataran tinggi atau daerah pegunungan, dan
5)   merah,   warna   ini   digunakan   untuk   menunjukkan   jalan   raya   atau   untuk
     menunjukkan letak kota atau ibu kota.



Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !